Analisis Variansi
bab 8
Analisis variansi adalah suatu prosedur untuk uji perbedaan mean beberapapopulasi.
Konsep analisis variansi didasarkan pada konsep distribusi F dan biasanya dapat
diaplikasikan untuk berbagai macam kasus maupun dalam analisis hubungan
antara berbagai varabel yang diamati. Dalam perhitungan statistik, analisis
variansi sangat dipengaruhi asumsi-asumsi yang digunakan seperti kenormalan
dari distribusi, homogenitas variansi dan kebebasan dari kesalahan.
Asumsi kenormalan distribusi memberi penjelasan terhadap karakteristik data
setiap kelompok. Asumsi adanya homogenitas variansi menjelaskan bahwa
variansi dalam masing-masing kelompok dianggap sama. Sedangkan asumsi
bebas menjelaskan bahwa variansi masing-masing terhadap rata-ratanya pada
setiap kelompok bersifat saling bebas.
Hipotesis ANOVA satu arah
· H0 : μ1= μ 2 = μ 3 = … = μ k
o Seluruh mean populasi adalah sama
o Tidak ada efek treatment ( tidak ada keragaman mean dalam grup )
· H1 : tidak seluruhnya mean populasi adalah sama
o Terdapat sebuah efek treatment
o Tidak seluruhmean populasi berbeda ( beberapa pasang mungkin sama )
Partisi Variansi
Variansi total dapat dibagi menjadi 2 bagian :
SST = SSG + SSW
SST = Total sum of squares (jumlah kuadrat total ) yaitu penyebaran agregat
nilai data individu melalui beberapa level vaktor .
SSG/SSB = Sum of squares between-grup ( jumlah kuadrat antara ) yaitu
penyebaran diantara mean sampel factor .
SSW/SSE = Sum of squares within-grup ( jumlah kuadrat dalam ) yaitu
penyebaran yang terdapat diantara nilai data dalam sebuah
level factor tertentu .
Rumus jumlah kuadarat total ( total sum of squares )

Dimana
SST = total sum of squares ( jumlah kadarat total )
k = levels of treatment ( jumlah populasi )
ni = ukuran sampel dari poplasi i
x ij = pengukuran ke-j dari populsi ke-i
x = mean keseluruha ( dari seluruh nilai data )
Variansi total

Rumus untuk mencari variasi jumlah kuadrat dalam

Keterangan :
SSW/SSE = jumlah kuadrat dalam.
k = levels of treatment ( jumlah populasi )
ni = ukuran sampel dari poplasi i
x ij = pengukuran ke-j dari populsi ke-i
x = mean keseluruha ( dari seluruh nilai data )
Rumus untuk mencari varisi diantara grup

Keterangan :
SSB/SSG = jumlah kuadrat diantara
k = levels of treatment ( jumlah populasi )
ni = ukuran sampel dari poplasi i
x ij = pengukuran ke-j dari populsi ke-i
x = mean keseluruha ( dari seluruh nilai data )
Rumus variasi dalam kelompok

MSW = Rata-rata variasi dalam kelompok
SSW = jumlah kuadrat dalam
N-K = derajat bebas dari SSW
rumus variasi diantara kelompok

MSW/SSW = Rata-rata variasi diantara kelompok
SSG = jumlah kuadrat antara
k-1 = derajat bebas SSG

Analisis Varians Dua Arah dengan Interaksi
Pengujian anova dua arah dengan interaksi merupakan pengujian hipotesis
beda tiga rata – rata atau lebih dengan dua faktor yang berpengaruh dengan
adanya interaksi antara kedua faktor .
Langkah – langkah pengujian analisis
varians dua arah dengan interaksi
1. Menentukan
formulasi hipotesis
a. H0 :
α1 = α2 = α3 = ..... = αb = 0
H1 : sekurang – kurangnya satu αi tidak
sama dengan nol
b. H0 :
β1 = β2 = β3 = ...... = βk = 0
H1 = sekurang – kurangnya satu βj tidak
sama dengan nol
c. H0 :
(αβ )11 = (αβ)12 = (αβ)13 = ..... = (αβ)bk = 0
H1 : sekurang – kurangnya satu (αβ)ij ≠
0
2. Taraf
nyata ( α ) dan F tabel ditentukan dengan derajat pembilang dan penyebut masing
– masing ;
a. untuk
baris : v1 = b – 1 dan v2 = kb (n-1),
b. untuk
kolom : v1 = k – 1 dan v2 = kb (n-1),
c. untuk
interaksi : v1 = ( k -1 )( b-1) dan v2 = kb ( n – 1 ).
3. Menentukan
kriteria pengujian
a. Untuk
baris :
H0 diterima apabila F0 ≤ F α(v1;v2)
H0 ditolak apabila F0 > F α(v1;v2)
b. Untuk
kolom :
H0 diterima apabila F0 ≤ F α(v1;v2)
H0 ditolak apabila F0 > F α(v1;v2)
a. Untuk
interaksi :
H0 diterima apabila F0 ≤ F α(v1;v2)
H0 ditolak apabila F0 > F α(v1;v2)
4. Membuat
analisis varians dalam bentuk ANOVA
Sumber varians
|
Jumlah
Kuadrat
|
Derajat
kebebasan
|
Rata – Rata
kuadrat
|
F0
|
Rata – rata baris
Rata – Rata
Kolom
Interaksi
Error
|
JKB
JKK
JKI
JKE
|
b - 1
bk( n – 1 )
|
f1=
f2 =
f3 =
|
|
TOTAL
|
JKT
|
b
= baris, k = kolom, n = ulangan
percobaan
5. Membuat
kesimpulan
Menyimpulkan H0 diterima atau ditolak,
dengan membandingkan antara langkah ke -4 dengan kriteria pengujian pada
langkah ke – 3.
langkah-langkah melakukan uji hipotesis dengan ANOVa
Kumpulkan sampel dan kelompokkan berdasarkan kategori tertentu.
Untuk memudahkan pengelompokkan dan perhitungan, buat tabel data sesuai dengan kategori berisi sampel dan kuadrat dari sampel tersebut. Hitung pula total dari sampel dan kuadrat sampel tiap kelompok. Selain itu, tentukan pula hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1).Menentukan tipe anova
Untuk menentukan tipe anova. terlebih dahulu bertanya apakah dari hipotesis tersebut cocok untuk anova? jika tujuannya membandingkan rata-rata tiga kelompok atau lebih maka boleh pakai Anova. Pertanyaan keduaapakah sampel tiap kelompok diambil dari sampel yang berbeda? jika berasal dari sampel yang berbeda maka menggunakan Anova satu arah/one way.Memeriksa apakah sudah memenuhi asumsi-asumsi sehingga bisa digunakan anova
Normalitas,
adalah Menguji apakah data tiap kelompok memiliki distribusi normal. hal ini bisa dilakukan dengan uji kolmogorov smirnov, shapira wilk.Homogenitas
adalah Menguji apakah varians tiap kelompok sama. Dalam menghitung homogenitas bisa digunakan uji bartlett dan uji levene.Saling bebas
Menunjukkan bahwa setiap kelompok tidak saling berhubungan. Biasanya yang digunakan logika apakah saling bebas atau tidak.Aditif (Saling menjumlahkan).
Artinya data yang dianalisis merupakan data interval/rasio
Menghitung variabilitas dari seluruh sampel.
Pengukuran total variabilitas atas data dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, berikut rumus dalam Anova:Total of sum squares (SSt) – jumlah kuadrat total (jkt).
Merupakan jumlah kuadrat selisih antara skor individual dengan rata-rata totalnya.
Keterangan: k = banyaknya kolom N = Banyaknya pengamatan/ keseluruhan data
ni = banyaknya ulangan di kolom ke-i xij = data pada kolom ke-i ulangan ke-j T** = Total (jumlah) seluruh pengamatanSum Square Between(SSb) – jumlah kuadrat kolom (jkk).
Variansi rata-rata kelompok sampel terhadap rata-rata keseluruhannya. Variansi di sini lebih terpengaruh karena adanya perbedaan perlakuan antar kelompok.
Keterangan
T*i = Total (jumlah) ulangan pada kolom ke-iSum Square within(SSw) – jumlah kuadrat galat (jkg).
Variansi yang ada dalam masing-masing kelompok. Banyaknya variansi akan tergantung pada banyaknya kelompok, dan variansi di sini tidak terpengaruh / tergantung oleh perbedaan perlakuan antar kelompok.JKG = JKT - JKK
Menghitung derajat kebebasan (degree of freedom).
Derajat kebebasan atau degree of freedom (dilambangkan dengan v, dof, atau db) dalam ANOVA akan sebanyak variabilitas. Oleh karena itu, ada tiga macam derajat kebebasan yang akan kita hitung:Derajat kebebasan untuk JKT
merupakan derajat kebebasan dari Jumlah kuadrat total (JKT) ini akan kita lambangkan dengan dof JKT.db JKT = N - 1Derajat kebebasan untuk JKK
merupakan derajat kebebasan dari Jumlah kuadrat kolom (JKK) ini akan kita lambangkan dengan dof JKK.db JKK = k-1Derajat kebebasan untuk JKG
Merupakan derajat kebebasan dari Jumlah kuadrat galat (JKG) ini akan kita lambangkan dengan dof JKGdb JKG = N - k
Derajat kebebasan juga memiliki sifat hubungan yang sama dengan sifat hubungan variabel, yakni:db JKT = db JKK + db JKG
Menghitung variance antar kelompok dan variance dalam kelompok.
Variance dalam ANOVA, baik untuk antar kelompok maupun dalam kelompok sering disebut dengan kuadrat tengah atau deviasi rata-rata kuadrat (mean squared deviation) dan dilambangkan dengan MS atau KT. Dengan demikian, maka mean squared deviation masing-masing dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:- KTK = JKK / db JKK
- KTG = JKG / db JKG
Menghitung F hitung
Menghitung nilai distribusi F (Fhitung) berdasarkan perbandingan variance antar kelompok dan variance dalam kelompok.Fhitung didapatkan dengan rumus di bawah ini:Fhitung = KTK/KTGMenghitung F tabel
Selain itu, F berdasarkan tabel (Ftabel) juga dihitung, berdasarkan nilai derajat kebebasan (langkah ke-4) menggunakan tabel distribusi-F. Jangan lupa untuk mencantumkan gambar posisi Fhitung dan Ftabel dalam grafik distribusi-F.Membandingkan Fhitung dengan Ftabel :
- Jika Fhitung > Ftabel : tolak H0
- Jika Fhitung ≤ Ftabel : terima H0
Buat kesimpulan,
sesuai dengan kasus awal yang ditanyakan. Simpulkan, apakah perlakuan (treatment) memiliki efek yang signifikan pada sampel data atau tidak. Jika hasil tidak signifikan, berarti seluruh rata-rata sampel adalah sama. Jika perlakuan menghasilkan efek yang signifikan, setidaknya satu dari rata-rata sampel berbeda dari rata-rata sampel yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar